I\'tikaf pada 10 Malam Terakhir Ramadan, Umat Muslim Tingkatkan Ibadah di Masjid
1.png)
Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 Hijriah, umat Muslim di berbagai wilayah mulai meningkatkan intensitas ibadah, salah satunya dengan melaksanakan i’tikaf di masjid. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya spiritual untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar yang diyakini sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
I’tikaf merupakan ibadah dengan berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta berdoa. Tradisi ini telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, terutama pada penghujung bulan Ramadan.
Meningkatnya Antusiasme Jamaah
Sejumlah masjid di Surabaya mulai dipadati jamaah yang ingin mengikuti i’tikaf. Tidak hanya kalangan orang tua, kegiatan ini juga diikuti mahasiswa dan generasi muda yang ingin memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperbaiki kualitas ibadah mereka.
Pengurus masjid juga turut memfasilitasi kegiatan tersebut dengan menyediakan tempat istirahat, konsumsi sahur sederhana, serta agenda kajian keislaman guna memberikan kenyamanan bagi jamaah yang beri’tikaf.
Mencari Malam Penuh Kemuliaan
Sepuluh malam terakhir Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri karena terdapat malam Lailatul Qadar. Umat Islam meyakini bahwa malam tersebut merupakan waktu turunnya keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.
Karena itu, banyak jamaah memanfaatkan malam-malam ganjil di penghujung Ramadan untuk meningkatkan ibadah dengan harapan mendapatkan keutamaan tersebut.
Menguatkan Nilai Spiritual dan Muhasabah
Selain sebagai bentuk ibadah, i’tikaf juga menjadi sarana introspeksi diri (muhasabah). Jamaah diajak untuk mengevaluasi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta memperkuat keimanan.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa Ramadan adalah momentum untuk membentuk karakter yang lebih sabar, disiplin, dan peduli terhadap sesama.
Harapan di Penghujung Ramadan
Melalui i’tikaf, umat Muslim berharap dapat menutup Ramadan dengan amal ibadah terbaik. Semangat untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan juga menjadi bukti bahwa nilai spiritual tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern.
Dengan meningkatnya kesadaran beribadah ini, diharapkan semangat kebaikan yang terbentuk selama Ramadan dapat terus terjaga bahkan setelah bulan suci berakhir.





