Penting bagi Pengelola Jurnal, Ini Cara Mengetahui Sitasi Artikel di Scopus

By ikode 06 Feb 2026, 09:10:10 WIB Internasional
Penting bagi Pengelola Jurnal, Ini Cara Mengetahui Sitasi Artikel di Scopus

Gambar : chatgpt


Mengetahui jumlah sitasi artikel jurnal menjadi hal penting bagi pengelola jurnal, dosen, dan institusi perguruan tinggi. Salah satu basis data internasional yang banyak dijadikan rujukan resmi adalah Scopus, yang digunakan untuk evaluasi kinerja penelitian, akreditasi, hingga pemeringkatan institusi.

Scopus menyediakan fitur khusus untuk melacak sitasi artikel maupun kinerja jurnal secara keseluruhan. Namun, tidak sedikit pengelola jurnal dan penulis yang belum memahami cara pencariannya secara tepat.

Pencarian Sitasi Artikel di Scopus

Cara paling umum dan akurat untuk mengetahui sitasi artikel di Scopus adalah melalui menu Document Search. Pencarian dapat dilakukan menggunakan DOI artikel, yang menjadi metode paling presisi. Selain itu, pencarian juga bisa dilakukan berdasarkan judul artikel atau nama penulis, dengan menambahkan filter tahun terbit dan nama jurnal untuk mempersempit hasil pencarian.

Setelah artikel ditemukan, jumlah sitasi dapat dilihat pada kolom “Cited by”. Angka ini menunjukkan berapa kali artikel tersebut telah disitasi oleh publikasi lain yang juga terindeks di Scopus. Pengguna juga dapat mengklik angka sitasi tersebut untuk melihat detail artikel yang melakukan sitasi, termasuk nama jurnal dan tahun publikasi.

Melihat Kinerja Sitasi Jurnal

Untuk melihat performa jurnal secara keseluruhan, Scopus menyediakan menu Sources. Melalui menu ini, pengelola jurnal dapat menelusuri nama jurnal dan melihat berbagai indikator, seperti CiteScore, SNIP, SJR, jumlah dokumen, serta total sitasi.

Namun perlu dipahami bahwa Scopus tidak menampilkan rincian sitasi per jurnal secara langsung, melainkan per artikel. Oleh karena itu, untuk mengetahui total sitasi jurnal, pengelola perlu membuka seluruh daftar artikel jurnal tersebut dan menjumlahkan sitasi masing-masing artikel.

Pentingnya Akurasi Metadata

Agar sitasi dapat terbaca dengan baik di Scopus, artikel harus memiliki metadata yang lengkap dan konsisten, seperti judul artikel, nama penulis, afiliasi, serta DOI yang aktif. Kesalahan metadata atau duplikasi artikel dapat menyebabkan sitasi tidak terbaca secara optimal.

Dalam konteks evaluasi institusi, data sitasi Scopus sering digunakan untuk berbagai keperluan resmi, seperti akreditasi program studi, laporan kinerja LPPM, pemeringkatan universitas, hingga verifikasi SINTA. Oleh karena itu, pemahaman yang baik terhadap mekanisme pencarian sitasi menjadi kebutuhan penting bagi sivitas akademika.

Scopus Lebih Selektif

Dibandingkan dengan Google Scholar yang bersifat lebih terbuka, Scopus dikenal lebih selektif dan terkurasi. Hal ini menjadikan data sitasi dari Scopus memiliki bobot lebih tinggi dalam pelaporan dan penilaian kinerja akademik.

Dengan memahami cara pencarian sitasi di Scopus secara tepat, diharapkan pengelola jurnal dan penulis dapat memantau dampak publikasi ilmiah mereka secara lebih akurat dan berkelanjutan.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment